Selasa, 19 Maret 2013

Pedoman Wawancara Konseling


MANUAL PEDOMAN WAWANCARA KONSELING
         PRATIKUM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI
                             Dosen Pengampu : Drs.H.Marsudi,M.si.


Disusun    Oleh :
1.Panca Kurniasari                  [ 10144200265 ]
2.Agus Setyawan Dwi S          [ 10144200271 ]
3.Eko Warno                          [ 10144200274 ]
4.Susilo Budi Utomo               [ 10144200285 ]
5.Misri Wagianti                      [ 10144200296 ]

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012

SKRIP PROSES KONSELING DALAM PENANGANAN KASUS

Topik            :  Bimbingan dan konseling pribadi
Sub topik      :  Klien tidak sengaja mencelakaan orang lain. Klien menabrak seseorang akan tetapi klien tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu. (klien merasa bersalah, klien ingin sekali bertanggung jawab akan tetapi klien takut kalau-kalau klien akan dihakimi oleh keluarga korban dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi).


Skrip Proses Konseling
Klien             : Assalamu’alaiukum pak…
Konselor       : Walaikummussalam wr.wb, oh ya mari mas..mari silahkan masuk, silakan     duduk (Sikap konselor adalah berjabat tangan, lalu dengan ramah menyilahkan duduk klien dan duduk berhadapan dengan klien).
Konselor       : Wah, Bapak senang sekali bisa bertemu dengan mas…(Attanding: Konselor bersikap ramah, senyum, badan agak membungkuk kearah klien) tapi kenapa bapak lihat wajah mas kelihatan nampak mendung, seperti orang yang lagi menyimpan suatu masalah, Apakah benar begitu mas?? (Konselor ikut merefleksikan perasaan sambil bertanya terbuka)
 Klien            : Benar pak…(Klien diam dan pandangan kebawah)
Konselor       : Ooo ya, bapak memahami perasanmu (sikap empati), namun apakah perasaan yang mengganjal dalam dirimu dapat kita bicarakan bersama??(Konselor bertanya terbuka)
Klien             : Saya harap juga begitu pak…(sambil memandang konselor namun kemudian menunduk lagi).
Konselor       : Baiklah kalau begitu, sekarang bapak ingin mengetahui lebih dalam tentang permasalahan yang kamu hadapi. (Eksplorasi perasaan)
Klien             :  Saya sangat dihantui rasa bersalah pak, makan terasa tidak enak, dan terlebih lagi saya terlihat seperti orang yang kebinggungan.
Konselor       : Wah kalau begitu, bapak ingin mengetahui dan mendengar sejauh mana perasaan rasa bersalah yang sedang kamu rasakan. (Eksploraasi perasaan dan bertanya terbuka)
Klien             :  Begini pak, sebenarnya saya itu sangat merasa bersalah pak karena akibat dari kecerobohan saya, saya telah menyebabkan anak kecil terluka dan dilarikan kerumah sakit. Saya mengendarai sepeda motor terlalu kencang pak, ketika ada anak kecil yang tiba-tiba lari untuk menyeberang jalan, saya kurang siap dan kurang memperhatikan anak kecil itu, anak kecil itu tidak sengaja saya tabrak pak, setelah kejadian itu terjadi kemudian saya lari dan tidak mempertanggung jawabkan perbuatan saya pak.
Konselor       :  Apakah kejadian itu sudah anda ceritakan kepada orang tua anda?
Klien             :  Belum pak, saya tidak berani menceritakan kejadian itu kepada orang tua saya pak. Karena saya takut kalau menceritakan kepada orang tua, saya malah akan dimarahi oleh orang tua saya pak.
Konselor       :  Oh begitu, baiklah lalu setelah kejadian itu, apa yang selanjutnya anda lakukan?? (Eksplorasi pengalaman sambil bertanya terbuka)
Klien             :  Saya lebih banyak diam, saya suka melamun dan mengurung diri dirumah.
Konselor       : Apakah dengan cara demikian anda merasa enak, nyaman, dan tenang??? (Bertanya tertutup, memimpin)
Klien             :  Tidak juga pak, justru saya malah dilanda rasa ketakutan yang sangat mendalam pak, takut-takut kalau akibat dari tindakan saya itu saya menjadi buronan polisi pak.

Konselor       :  Kalau begitu apakah masalahmu adalah tentang bagaimana anda mengurangi perasaan bersalah anda dengan mempertanggung jawabkan perbuatan anda. Akan tetapi anda binggung bagaimana caranya anda mengurangi perasaan bersalah anda dan anda tidak ingin berurusan dengan polisi?(Mendefinisikan masalah klien sambil bertanya terbuka)
Klien             :  Iya pak…….
Konselor       :  Bagus kini anda telah mampu memahami dan menemukan permasalahan yang sedang anda hadapi yaitu anda ingin bertanggung jawab atas perbuatan yang telah anda lakukan namun anda ingin menyelesaikan masalah anda secara kekeluargaan dengan keluarga korban.
Klien             : Iya pak, saya sadar pak bahwa perbuatan saya ini tidak bertanggung jawab. Kemarin seharusnya saya bertanggung jawab dengan saya tidak melarikan diri dan membawa anak yang saya tabrak itu kerumah sakit.
Konselor       : Bagus, anda memiliki perasaan bersalah dan ingin mempertanggung jawabkan perbuatan Anda itu sangat baik, saya akan mendukungnya.
Klien             :  Iya pak. Saya ingin sekali mempertanggung jawabkan tindakan yang telah saya lakukan pak, saya ingin mengilangkan rasa bersalah saya.
Konselor       : Lalu apakah anda punya cara untuk mengatasi masalahmu itu? (Empati dan bertanya terbuka)
Klien             :  Belum pak, disini saya masih bingung
Konselor       :  Apa maksudmu??? (Eksplorasi perasaan)
Klien             : Saya takut pak kalau keluarga korban menghakimi saya dan memasukan saya ke penjara.
Konselor       :  Anda tidak perlu takut. Dengan niat baik yang akan anda lakukan pasti keluarga korban akan dapat menerimanya. (Konselor mengusahakan agar potensi klien dapat berkembang, serta memberikan sugestion)
Klien             : Lalu tindakan apa yang harus saya lakukan pak?Saya masih binggung pak….
Konselor       :  Sebaiknya anda menceritakan masalah anda ini dengan orangtua anda terlebih dahulu. Saya yakin orangtua anda akan memahami persoalan yang anda alami dan orang tua akan mendukung niat baik anda.
Klien             :  Baik pak tapi saya masih takut,dan saya belum ada keberanian untuk berbicara dengan orang tua saya,orang tua saya adalah orang tua yang sangat keras pak..Lalu selain itu apa yang akan kami lakukan pak seandainya nanti apa yang saya takutkan akan jadi kenyataan,tapi perasaan bersalah ini selalu menghantuiku pak setiap waktu,belajar saya jadi tidak konsentrasi,susah istirahat,dan dan kepikiran terus dengan kejadian itu pak.
Konselor    :  Kamu tidak ingin selalu dihantui rasa bersalah,tapi kamu takut untuk mengutarakan dengan orang tua kamu,yang kamu butuhkan saat ini hanyalah keberanian sedikit saja,maka kamu akan mengubah ketakutan menjadi keberanian untuk mengakui kesalahan.
Klien          :  Benar pak,,kalau begitu saya akan mencoba untuk berbicara kepada orang tua agar segera menindak lanjuti masalah saya,agar saya tidak terus-menerus di hantui rasa bersalah itu.
Konselor       : Bagus, sebelum kita tutup pembicaraan ini, bagaimana perasaan anda setelah kita berdiskusi tentang permasalahan anda tersebut???
Klien             : Saya merasa lega pak, kecemasan dan rasa bersalah yang saya rasakan mulai berkurang dan saya tahu langkah-langkah apa yang musti saya lakukan.
Konselor       : Apakah masih ada hal yang akan anda sampaikan lagi selain masalah itu???
Klien             : Saya kira cukup itu saja pak.
Konselor       : Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita tutup pembicaraan ini dan semoga anda berhasil mengatasi masalah anda ini.Dan bapak tunggu untuk peretemuan berikutnya sebagai tindak lanjut kalau kamu sudah berbicara dengan orang tua kamu terlebih dahulu.
Klien             : Terimakasih pak, atas bantuan, penjelasan serta bimbingannya. Sungguh ini sangat membantu saya. Assalamu’alaikum wr.wb.
Konselor       : Sama-sama mas, Walaikummussalam wr.wb. Hati-hati ya mas…   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar